Ayun Anak “BAPUKUNG”

 

Satu tradisi masyarakat Kalimantan yang tampaknya masih melekat sampai sekarang pada orang Banjar dan Dayak pada umumnya adalah menidurkan bayi dalam ayunan.
 

Dalam tradisi ayun anak ini ada kekhasan yang kemungkinan tidak terdapat di daerah lain selain di Kalimantan yaitu “AYUN PUKUNG”.

 
Ayun dipukung atau anak kecil diayun dengan posisi duduk dan seluruh badanya diikat sampai batas leher adalah kebiasaan lama nan tetap lestari. Dengan dipukung maka anak yang ditidurkan di ayunan itu seolah-olah dicekik dengan ayunannya.
 
Dengan tidur dipukung pada umumnya anak bisa tidur sangat nyenyak dan orang tua tidak khawatir meninggalkannya sang anak yang tertidur pulas sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s