PRINSIP PRAKTIS FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK (1)

 

Gambar

Secara umum prinsip praktis dinukil dari buku Ensiklopedi Muslim oleh Abu Bakar Jabir al Jazairi, Bab 4 – Ibadah, Pasal Kesembilan: “Hukum-Hukum Seputar Jenazah”, halaman 372 – 395: Yang harus dikerjakan Orang Sakit Hingga Meninggal Dunia:

 

 

  1. 1.    Kewajiban Bersabar

Jika seorang Muslim mendapatkan musibah, ia tidak boleh uring-uringan dan tidak menampakkan keluh-kesah karena Allah Ta’ala memerintahkan Rasul-Nya bersabar dalam banyak ayat dan hadits. Hanya saja, jika orang sakit ditanya tentang kondisi dirinya maka ia boleh berkata: “Aku sakit, dan segala puji bagi Allah dalam segala kondisi.”

 

 

Gambar

  1. 2.    Disunnahkan Berobat

Seorang Muslim yang sakit disunnahkan berobat dengan obat-obatan yang diperbolehkan karena Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan sakit melainkan juga menurunkan obatnya, maka berobatlah kalian”. (HR Ibnu Majah dan Hakim men-shahih-kannya).

 

Seorang Muslim yang sakit tidak boleh berobat dengan hal-hal atau obat-obatan yang diharamkam, misalnya dengan minuman keras, daging babi dan sebagainya karena Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian dalam hal-hal yang diharamkan kepada kalian”. (HR Ath-Thabarani dengan sanad yang shahih).

 

Bersambung …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s