LEGENDA BATU TULUNGAN (Versi 1 dan 2)

LEGENDA BATU TULUNGAN

 

 

BATU TULUNGAN

BATU TULUNGAN

ASAL KEJADIAN BATU TULUNGAN

 

 

 

Daftar isi

1. Prolog

2. Folklore Pertama

Legenda Batu Tulungan (1)

3. Folklore Kedua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Legenda Batu Tulungan (2)

 

Prolog (Survei tanggal  5 – 8 November 2008 ke Kecamatan Gunung Bintang Awai )

 

 

Ekspedisi Sungai Ayuh Tahun 2008 merupakan survei kedua ke kecamatan Gunung Bintang Awai, namun merupakan ekspedisi pertama menyusuri sungai Ayuh. Starting point ekspedisi adalah Desa Patas, puncaknya di batu Tulungan dan ending-nya kembali ke Patas.

Daya tarik wisata alam dan budaya potensial yang berhasil terdeteksi selama memudiki sungai Ayuh adalah panorama hutan alami sepanjang sungai, perladangan masyarakat, tebing-tebing batu di sepanjang sungai terutama tebing-tebing curam di sekitar situs Batu Talaka, Tukat Diau / Tangga Liau, Tebing Batu Wutu Gayus, Batu Panggung di tengah sungai, Lubuk Sireren, Batu Tulungan, Tulungan Amis dan Liang Utau (Goa Tengkorak / Gua Rarung).

Semua daya tarik wisata alam dan budaya tersebut termasuk kawasan desa Bintang Ara sehingga antara desa Patas – Buyui – Bintang Ara – Malungai Dalam – Batu Tulungan – sampai ke Tulungan Amis, adalah hamparan kawasan yang sangat potensial sebagai kawasan wisata alam / minat khusus, terutama untuk trekking dan rock climbing, serta sangat ideal untuk pengembangan kawasan wisata budaya khas Dayak Bawo dan suku lokal lainnya.

Dalam ekspedisi susur sungai ini Tim berhasil meneliti dan mengambil gambar desa Bintang Ara, desa Buyui, batu Talaka, Tukat Diau, Batu Panggung, Tebing Batu Wutu Gayus, meneliti gosong di depan Batu Tulungan, memasuki batu Tulungan dan mencatati beberapa cerita rakyat yang hidup dimasyarakat.

Dua dari cerita rakyat itu khusus menuturkan kejadian gaib yang menjadi asal usul kejadian batu tulungan. Maka dalam kesempatan ini kedua kisah itu ditampilkan dalam bentuk buku cerita rakyat kabupaten Barito Selatan.

Selamat membaca!

.

.

Folklore Pertama

Daya tarik wisata alam berupa batu yang nyaris menutupi alur sungai Ayuh, “Batu Tulungan”, ternyata memiliki leg enda yang patut dicatat. Dalam ekspedisi kali ini tim mencatat 2 versi legenda Batu Tulungan. Untuk mempersingkat penuturan, inilah legenda versi pertama yang diceriterakan oleh Bapak Biriu atau Ambah Bogai, seorang tetuha masyarakat desa Bintang Ara. Secara asal usul beliau ini berasal dari suku Dayak Taboyan.

.

LEGENDA BATU TULUNGAN (1)

Batu Tulungan

Batu Tulungan

Bahari kala, di daerah hulu dari segala sungai yang ada di Kalimantan Tengah, tersebutlah sebuah tempat yang bernama Datai Lino. Datai Lino ini dikenal pula sebagai Kepala Barito atau ulu’ Barito karena dari sanalah induk segala sungai bermula. Ringkas surah, di Datai Lino ini hiduplah dua bersaudara yang bernama Ayus dan Silu. Ayus adalah kakak lelaki satu-satunya dari Silu dan Silu merupakan adik perempuan satu-satunya dari Ayus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s