Kumpulan Cerpenku tentang Buntok

Kata Pengantar

Kesah-kesah pandak atau kumpulan cerita pendek fiksi ini merupakan tulisan yang dibuat antara 1987 sampai 1991. Karena baru 5 yang diketemukan maka baru inilah yang sempat dirangkai kedalam sebuah antologi sederhana, yang diberi judul ”Buntok…(Si Bungas dan Montok). Semoga saja potret faktual kehidupan di Kalimantan Tengah yang dilukis secara abstrak ini ada manfaatnya walau pun hanya sedikit saja, amin.

Sekedar bernostalgia, awal keberanian menulis fiksi adalah ketika di SMA Negeri –1  Kuala Kapuas (1980-1983), saya diajar oleh dua guru Bahasa Indonesia suami istri yakni  Drs. Johannes Joko Santoso Passandaran dan Dra. Supriatun.  Kedua orang ini sangat berperan menumbuhkan kecintaan dan keberanian tulis-menulis sehingga dimasa itulah saya meraih Juara I Lomba Mengarang Prosa Hari Pahlawan Tingkat Kabupaten Kapuas dan Juara II Lomba Mengarang Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Terima kasih tak terhingga kepada Bapak dan Ibu berdua.

Selepas SMA di Kuala Kapuas, saya kuliah di Surabaya.  Di Surabaya saya terus membuat tulisan sehingga beberapa cerpen sempat menghiasi koran mingguan ibukota Jakarta seperti “Terbit Minggu” dan “Sentana”. Namun karena pengarsipan yang buruk maka tulisan-tulisan itu raib dan tanpa arsip sama sekali. Maka ketika kemudian timbul lagi gairah menulis dan mereka ulang apa yang pernah ditulis dahulu maka segeralah dibuatkan antologi sederhana. Semoga dengan ditulis ulangnya  karya – karya sederhana ini maka akan bisa menambah khazanah budaya kita khususnya bagi kebudayaan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Mohon maaf atas segala kekurangannya. Terima kasih atas segala perhatiannya.

Buntok,  15 Juni 2005

SYAMSUDDIN RUDIANNOOR

 

 

 

 

 

 

 

Cerpen – 1

MATA KUNING

Buntok, 1980

Waktu Masinal*1) beberapa bulan lalu, aku kakak seniornya. Aku Lurah regunya. Aku juga Patih kelompoknya. Itulah aku dan jabatanku. Walaupun sedemikian pentingnya jabatanku, aku tetap belum kenal siapa dia? Siapa bapaknya? Siapa datu moyang atau ninik mamaknya? “Ah…, buat apa?”, fikirku egois, “toh gadis-gadis lain bertebaran dimana-mana.”

Tapi sekarang ini, hari ini, jam ini dan detik ini, aku jadi  bego dan penasaran lantaran dia. Lha …. kenapa? Nah ini. Coba fikir…! Masa dara lembut macam dia senangnya berada di arena dadu gurak? Ujar kabar, dia sering ada di kampung-kampung mana saja dijagat Barito Raya apabila keramaian Wara, Ijambe, Mia, Ngadaton atau Mambatur sedang berlangsung. Pokoknya…., dimana ada acara ampung kematian, di situ ada dia. Dimana ada judi rakyat, di situ ada dia. Yang pasti, usik liau*2) adalah arena  kubangan favoritnya. Nah ini.., terasa gaib. Apa betul tabiat gadis yang terlihat lembut, keibuan dan manis ini sedemikian menjijikkan?

Dan yau…, betapa kagetnya aku ketika terus kubaca diary miliknya: “…namaku Pia.., lahir di Penda Asam. Hobi: apa saja. Warna kesenangan:…kuning. Mataku juga kuning. Ya, warna untuk rindu selalu; …didalam rindunya aku…, barangkali engkau yang tahu..!” Hehehe…, hei gadis gila, kenapa Diary-mu ini ada di tasku? Dasar kutu kudis.., siapakah makhluk misterius yang sengaja menyelipkannya di tas butahku?*3)  Memang menantang, ya? Apa dia tidak tahu kalau aku ini kakak senior harapan bangsa.  Huh…., bego lho!

Sepulang di rumah, aku tetap bingung dengan Diary yang katanya milik Pia. Kok bingung? Ya .. gitu deh. Masa gadis desa yang suka warna kuning dan mengaku bermata kuning ini sering pergi ke arena judi? Dan aku…? Kenapa juga aku mesti mikiri anak kampung itu?  Memangnya…, orang yang sedemikian cool macam aku ini, yang sangat macho ini, yang keren ini.., masa harus rela buang-buang waktu memikirkan Diang*4) Imut yang tidak ada apa-apanya itu? Sory lah ya! Tapi.., tapi kenapa kok tetap kepikiran juga, ya? Itulah…., kenapa fikiran tidak bisa diatur bosnya?  Setan lho fikiran.  Buang-buang waktu dan energi saja. Percuma.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s